Tolak Tawaran Miliaran Rupiah, Cara Manguni Squad Pertahankan NKRI

Tolak Tawaran Miliaran Rupiah, Cara Manguni Squad Pertahankan NKRI

Tolak Tawaran Miliaran Rupiah, Cara Manguni Squad Pertahankan NKRI

Setiap warga negara memiliki cara masing-masing dalam mengisi kemerdekaan. Terlebih dalam lingkup mempertahankan kemerdekaan yang direbut para pejuang di era penjajahan. Mewujudkan sikap patriotis, nyata ditunjukan oleh tole Minahasa satu ini. Game FPS Manguni Squad yang dibuatnya bersama tim, saat ini sudah tersebar luas di seluruh dunia.

Salah satu kreator game ini yakni Andria Wahyudi menuturkan, awalnya

hanya iseng membuat game online ini. “Melihat situasi yang ada, segala usia sekarang tidak bisa dihentikan keinginan mereka untuk bermain game FPS mobile seperti ini, maka muncul ide bagaimana kalau dibuatkan game serupa tapi menyisipkan nilai-nilai patriotisme,” jelas dosen IT Unklab ini.

Lanjutnya lagi, update terbaru bagi game ini bertajuk ‘bela negara’ di mana mengkampanyekan pentingnya bela negara bagi setiap warga Indonesia. “Karena kita berangkat dari tujuan yang sama yaitu misinya ke pendidikan, hiburan, mengedepankan nilai patriot, budaya dan lain sebagainya sehingga kita menghadirkan konten yang sangat dikenal di Indonesia. Ternyata itu juga disenangi oleh gamer dari negara lain,” lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, game ini sudah ditawari perusahan asal Paman Sam

dengan nilai beli sekitar 1,1 miliar rupiah, namun dengan tekad yang bulat menolak tawaran tersebut. “Kami masih tetap berpegang teguh pada pendirian dimana kami ingin mengenalkan Indonesia ke negara luar dengan produk game ini. Jadi tidak ingin karya Indonesia ini dibeli oleh negara lain. Mungkin dengan ini kami bisa menunjukan bagaimana cara mempertahankan kemerdekaan,” jelas Andria.

Nama game Manguni Squad ini diambil karena terinspirasi dari burung

Manguni yang kental dengam budaya Minahasa. “Selain itu, di Sulut beberapa tahun silam sempat gempar dengan kehadiran tim Manguni yang selalu sigap dan cepat mengatasi setiap tindakan kriminalitas yang terjadi di wilayahnya,” tukasnya.(wam)

 

Baca Juga :

Trik Menata Kamar Agar Tidur Semakin Nyenyak

Trik Menata Kamar Agar Tidur Semakin Nyenyak

Dalam sebuah desain apartemen, lokasi kamar tidur serta penataan desainnya penting untuk ditentukan dengan seksama. Pasalnya, di kamar tidurlah setiap orang paling sering menghabiskan waktu untuk beristirahat setelah sibuk beraktivitas seharian. Salah dalam menentukan tatanan kamar tidur yang bisa-bisa mengorbankan kenyamanan tidurmu.

1. Pilih desain yang tepat

Desain kamar tidur yang tepat akan menunjang desain apartemen secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak yang mengabaikan beberapa aspek desain di dalamnya karena kerap tak memperhatikan privasi dan malah turut difungsikan sebagai ruang tamu.

Agar gaya interior kamar tidur sesuai, coba visualisasikan terlebih dulu ruangan tidur paling ideal menurutmu. Jika memiliki budget ekstra, tidak ada salahnya juntuk meminta saran dari desainer interior. Kesalahan menentukan ke mana arah pintu kamar tidur, dimensi kamar tidur yang pas sampai posisi kasur atau spring bed yang paling nyaman jadi dapat dihindari.

2. Aplikasikan warna terbaik

Warna cat dinding adalah cara renovasi paling mudah dan efektif untuk membuat kamar tidur terasa semakin personal. Biaya pengecatan ulang sebuah kamar tidur juga umumnya tidak terlalu mahal, sehingga bisa dilakukan lebih sering dibandingkan keseluruhan desain apartemen.

Sesuaikan desain kamar tidur dengan mood yang ingin kalian ciptakan. Pilih warna yang lebih kalem dan netral supaya suasana kamar tidur mendukung kualitas tidur. Jika suka warna yang lebih cerah, gunakan sebagai aksen atau dekorasi, ingat bukan pada dominasi palet warna kamar tidurmu.

3. Kasur busa atau spring bed? Jangan sampai salah pilih!

Apapun jawabannya, pastikan tempat tidur menjadi pertimbangan penting sebelum dibeli. Jika ruangan tidak terlalu besar, maka idealnya kalian memilih kasur busa atau spring bed yang sesuai ukurannya. Pastikan juga matras yang dibeli mampu menopang bobot badan dan mendukung kebutuhan tidurmu.

Buat yang punya kebiasaan tidur menyamping, kalian boleh mencoba trik rotasi kasur busa atau spring bed. Caranya adalah dengan diputar atau dibolak-balik arahnya. Ini supaya matras tetap fresh dan awet.

4. Tempatkan perabot yang pas

Jika kamu memiliki kebiasaan membaca atau minum air sebelum tidur, pastikan nakas atau meja kecil yang sudah tersedia di samping tempat tidur.

Berbeda dengan kamu yang sering menggunakan gadget hingga larut malam, kebiasaan ini malah dapat menjadi faktor yang mengurangi kualitas tidurmu. Maka dari itu, jauhkan colokan listrik dan tempatkan gadget di tempat yang sulit dijangkau dari tempat tidur.

5. Lantai yang mendukung

Terbiasa bangun di tengah malam untuk buang air? Pastikan lantai kamar tidur tidak berantakan supaya kalian tidak sampai terjatuh. Akses dari tempat tidur ke pintu juga harus aman dari potensi halangan lainnya.

Buat yang kamu punya kebiasaan malas bangun, coba juga untuk memasang karpet empuk. Tampilan mewahnya membawa nuansa seperti di kamar hotel. Pastikan tirai jendela juga punya fitur transparan yang mendukung cahaya masuk.

http://www.clubrunner.ca/CPrg/home/redirect.asp?url=https://www.pelajaran.co.id

Bahan Alami Ampuh Basmi Nyamuk dan Aman Untuk Bayi

Inilah 11 Bahan Alami yang Ampuh Basmi Nyamuk dan Aman Untuk Bayi

Di samping berpotensi menyebarkan segala penyakit yang berbahaya, suara nyamuk yang sedang di ruangan bakal mengganggu ketenangan anak juga. Akibatnya anak dapat jadi merasakan sulit tidur. Nah, seringkali obat nyamuk yang terdapat di pasaran ialah obat nyamuk semprot, bakar, sampai elektrik yang sebenarnya tidak cukup ramah untuk kesehatan, terutama untuk si kecil.

Sekarang kamu dapat mulai menggantinya dengan aroma alami yang mudah didatangi dan tentunya aman guna si kecil. Simak sejumlah wewangian yang dapat kamu bikin sendiri demi usir nyamuk.

1. Kamu dapat mencampur bubuk vanila dengan lotion bayi dengan komparasi 1:10 dan mengaplikasikannya di lokasi tubuh yang terbuka. Kamu juga dapat melarutkan ke air dan menyemprotkannya ke tubuh dan baju yang dikenakan

2. Hanya dengan menempatkan ranting bunga elder di ruangan, nyamuk-nyamuk bakal pergi dari ruanganmu. Tapi sebab wewangiannya lumayan menyolok, usahakan ranting ini anda keluarkan ketika tidur di malam hari supaya tak terganggu

3. Selain dipakai sebagai bumbu, cengkeh dapat kamu pakai untuk mengenyahkan nyamuk. Letakkan 5 buah cengkeh ke segelas air dan rebus sekitar 15 menit. Campur 10 tetes rebusan ini dengan 1 sendok teh cologne dan aplikasikan ke unsur tubuh yang tersingkap atau ke pakaian anak

4. Bunga piretrum telah terkenal ampuh dipakai untuk mengenyahkan nyamuk. Kamu dapat menumbuk bunga, batang, dan daunnya yang telah kering kemudian meletakkannya ke sekeliling lokasi tinggal atau ruangan kamu

5. Letakkan akar gandum yang sudah dicukur ke seperempat galon air dan rebus sejumlah 3 kali sampai warnanya menguning. Gunakan untuk membasuh wajah dan tangan

6. Jika biasa didatangi untuk lalapan, ternyata kamu dapat menggunakan daun kemangi untuk mengenyahkan nyamuk pun . Potong-potong daun dan bunganya kemudian letakkan di ruangan atau gosokkan ke unsur tubuh yang terbuka

7. Untuk mengenyahkan nyamuk yang efektif, anda juga dapat memasak minyak, shampoo, dan 9% cuka apel. Campurkan dengan jumlah yang sama dan aduk merata. Jika telah berbuih putih, kamu dapat menyemprotkan ke tubuh atau meletakkannya di ruangan

8. Saat melakukan pembelian obat-obatan pengusir nyamuk, seringkali ditemui kandungan serai. Tumbuhan ini dapat kamu tanam di dekat rumah supaya nyamuk tak mendekat. Jaminan aman!

9. Memiliki wangi yang enak guna manusia, wewangian bunga lavender malah tak digemari oleh nyamuk. Tanaman ini berisi zat linalool dan lynalyl asetat. Kamu dapat meletakkan pot tumbuhan ini di dekat jendela kamar anakmu.

10. Bawang putih adalahbumbu dapur yang nyaris selalu ada. Kamu dapat memotong dan menaruhnya di jendela atau ventilasi untuk mengenyahkan nyamuk. Karena baunya kadang menyengat, kamu dapat menyampur dengan minyak esensial yang lain

Di samping aman guna bayi dan anak-anak, sejumlah bahan yang dapat kamu pakai untuk mengenyahkan nyamuk di atas dapat dengan mudah anda temui. Selamat mencoba.

Baca Juga:

Kisah Kepulangan La Galigo Ke Cina

Kisah Kepulangan La Galigo Ke Cina

 

Kisah Kepulangan La Galigo Ke Cina

Kisah Kepulangan La Galigo Ke CinaSesudah mengadakan pembicaraan dengan cucu saudari saudaranya (cucu dari Batara Lattu yaiu sodaranya La Pangoriseng) maka La PAngoriseng bersaudara menuju istana Lakko Manurungnge ri Ale Luwu. Diperintahkannya kepada segenap rakyat, untuk berkumpul di depan istana. Setelah seluruhnya berkumpul, mereka kemudian bersama-sama berangkat menuju pelabuhan menjemput paduka yang dipertuan (I Lagaligo) untuk mendarat, menjejakkan kaki dipusat Kerajaan Luwu.

Namanya titah Raja, perintah Sang Penguasa maka dalam sekejap mata saja terlaksanalah seluru titah baginda La Pangoriseng. Berdatanganlah segenap rakyat di negeri Luwu, memenuhi halaman istana raja Luwu. Rakyat banyak itu riuh rendah, karena bersuka cita atas kedatangan Baginda Yang Mulia yang sebentar lagu akan dijemput dipelabuhan.

Timbullah kembali semangat hidup rakyat luwu, karena datangnya putra mahkota (I La Galigo) Opunna Ware. Lalu berangkatlah I La Galigo sampai ke istana Lakko Manurungnge Mai ri Luwu. Setelah tiba dilihatnya jamuan lengkap, ditunggui oleh puluhan dayang-dayang. Bertanyalah I La Galigo :

“Apa gerangan yang telah terjadi wahai para dayang-dayang, sehingga di sini tersedia jamuan lengkap yang kalian tunggui, padahal tidak ada raja yang duduk dihadapan kalian ?”

Para dayang-dayang lalu menjawab

“Santapan sehari-hari wahai Paduka yang mulia untuk Baginda (Sawerigading) yang pergi berlayar, mengasingkan dirinya dinegeri yang jauh. Seorang pula yang telah gaib, melayang naik ke Botting-Langi’ (Tenriabeng, adik kembar Sawerigading), menemukan jodoh di Ruwa Lette. Beliaulah yang disiapkan santapannya.”
Berkata I La Galigo:
“Kumpulkan segenap dayang-dayang ini wahai Ina! Janganlah kalian menunggui jamuan, padahal di hadapan kalian tidak ada seorangpun raja yang bersantap.”

Sesudah itu I La Galigo meneruskan langkahnya hingga ke ruangan tempat penyimpanan Genrang mpulaweng Manurungnge Mai ri Luwu. Lalu diraihnya Genrang itu, kemudian ditabuhnya bersama-sama dengan La Sulolipu, suara
genrangnya bertalu-talu. Tak ubahnya bunyi genrang apabila Sawerigading yang menabuh bersama La Pananrang.

Maka bangkitlah Sawerigading di tepat tidurnya, sembari berkata:

“Telah tiba wahai adinda Cudai, putramu di Luwu. Kanda dapat mendengarkan bunyi gendangnya sampai kemari.”

Batara Lattu’ pun menggeliat diatas pembaringannya sambil berkata:

“Telah tiba nian putranda di Luwu, bermukim di tanah leluhurnya Wattang mpare sambil menabuh genrang mpluaweng manurungnge, bersama-sama La Pananrang.”

Berkatalah sang pengiring/pengawal Batara Lattu sambil menghaturkan sembah sujud:
“Konon kabarnya wahai Paduka yang mulia! Dia adalah putranda dari ananda Sawerigading yang berbalasan dengan putranya La Pananrang menabuh genderang di luar.”

Batara Lattu, berkata:

“Suruhlah ia masuk ke dalam kamarku, agar aku bertutur sapa dengan bocah itu.”
Maka berjalanlah I Lagaligo memasuki kamar kakeknya, Batara Lattu. Iapun menghaturkan sembah sujud sebanyak tiga kali, kemudian mengambil tempat duduk dihadapan Batara Lattu. Berkatalah Batara Lattu: “Tinggallah dikau di Luwu wahai ananda Galigo, menemaniku, selaku oenggati ayahandamu sebagai Pangeran Mahkota di ibu kota kerajaan Luwu.”

I La Galigo menghaturkan sembah sujud sambil berkta

“Tapak tangan hamba hanya sekedar gumpalan darah, tenggorokan hamba pun tak ubahnya kulit bawang. Semoga nian hamba tidak kualat dalam menjawab titah paduka.”
lanjut La Galigo:
“Mohon restu paduka yang mulia. Hamba tidak dapat tinggal menetap di Luwu ini, sebab adinda We Tenridio’ sedang terserang penyakit parah. Ia mengidap penyakit yang menuntut diadakannya upacara tradisi di negeri Luwu, sebagaimana halnya yang pernah dilakukan bagi Baginda Ratu yang mulia, Mallajangnge ri Kalempi’na. Demikianlah waha Paduka yang mulia, sehingga ayahanda tercinta Opunna Ware menitahkan hamba untuk menjemput Genrang mpulaweng anurungngE di Luwu ini.”

Berkatalah Batara Lattu:

“Kalaupun demikian berangkatlah ke tanah Ugi wahai ananda Galigo untuk mengantarkan Genrang pluaweng ManurungngE. Kelak, setelah selesai penyelenggaraan upacara selamatan bagi We Dio’, kembalilah kemari, untuk menggantikan ayahandamu sebagai penguasa di Wattang mpare.”
Sesudah selesai bertutur sapa dengan kakeknya, I Lagaligo pun melangkah ke luar. Berkisar satu tahun lamanya I Lagaligo tinggal di Luwu menunggui kakek dan ibu-ibu tirinya, barulah I Lagaligo bersama segenap sepupunya dan seluruh pengiringnya berlayar kembali menuju Cina. Diboyonglah Genrang mpulaweng ManurungngE ri Luw bersamanya.
Upacara selamaan We Dio’ pun diselenggarakan. Sudah empat puluh hari empat puluh malam lamanya penduduk bergembira ria di Latanete sambil memanggang kerbau. Berdatanganlah segenap sepupu I Lagaligo yang perempuan untuk menyaksikan keramaian di Latanete.

Pendopo penuh sesak dengan penduduk yang berdatanagan dari seganap penjuru. Tiada terkatakan ramainya suasana di Cina. Para anak-anak Datu yang tujuh puluh orang itu saling bergantian menabuh genderang, sehingga bunyinya pun bertalu-talu tiada hentinya. Tiada sekejappun genderang itu berhenti ditabuh silih berganti. I Lagaligo berpasangan dengan I La Sulolipu, La Pawennari dengan Sida’Manasa To Bulo’E, La Patenrongi dengan I La Pallajareng, dan berpasanganlah La Tenripale To Lamuru’E dengan La Pammusureng.

Para anak datu yang tujuh puluh orang itu tidak kunjung terlelap. Ingin pulalah I Da’Batangeng, Punna Lipu’E Cina Rilau, puteri La Makkasau menyaksikan keramaian di Latanete, maka bertitahlah ibundanya:

“Wahai anada I Da’Batangeng! Janganlah hendaknya ananda berkunjung ke Cina, hanya untuk menyaksikan keramaian di Latanete/Sinukkerenna I La Galigo/dari Luwu/Cobo’-cobonna maccariwakka I La Semmaga, tidak menyegani sesamanya raja, dianggapnya bahwa hanya dirinyalah raja yang berkuasa di kolong langit. Jangan sampai ditahannya usungan tumpanganmu dan tidak dibiarkannya dikau pulang kembali ke negerimu Cina Rilau.”

Berkatalah La Makkasau, ayahanda I Da’Batangeng, bahwa:

“Mengapakah gerangan wahai ibundanya I Da’Batangeng, maka dikau tidak memperkenankan keinginan putrimu pergi ke Cina, untuk menyaksikan keramaian di Latanete.”
Berkata pula Punna Lipu’E Cina Rilau (La MAkkasau):
“Kalaupun ternyata usungannya ditahan I La Galigo pakah salahnya jikalau ia dijodohkan dengan sepupunya itu. Biarlah putri kita pergi ke Cina, menyaksikan keramaian di Latanete.”
Maka berdandanlah I Da’Batangeng, bersalin pakaian yang indah lalu berangkatlah menuju Cina untuk menyaksikan keramaian di Latanete. Hanya dalam sekejap saja maka tibalah usungan yang membawa I Da’Batangeng. Ia lalu turun di depan istana. Ketika itu I La Galigo sedang mengadu ayam di atas arena adu ayam.
Ketika La Galigo menoleh, dilihatnya sepupunya yang sedang turun dari usungan, lalu melangkahkan kaki naik ke istana. Berkatalah La Galigo:
“Siapakah gerangan putri mahkota nan cantik jelita yang barusan tadi tiba dengan usungan ?”

La Pallajareng, menyahut:

“Rupanya dinda Galigo tidak mengenal sepupu kita Punna Lipu’E Cina Rilau. Ia bernama I Da’Batangeng, puteri Baginda La Makkasau.”

Serta merta I La Galigo mencampakkan ayam jagonya lalu bergegas melangkah ke istana untuk menyusul I Da’Batangeng. La Galigo langsung menuju ke atas pelaminan (lamming) menabuh genderang, berpasangan dengan La Sulolipu. Tabuhan genderangnya berbunyi seperti suara manusia:

“Dahului-dahuluilah si orang Walana itu. Cegat, cegatlah si orang Solo’. Dahuluilah bersanding di atas pelaminan emas. Sungguh takkan kubiarkan Punna Lipu’E Cina Rilau kebali kenegerinya. Saya berkeinginan menyandera usungan putri juwita dari Cina Rilau.”

Bergantian pamandanya menasehati La Galigo, demikian pula ayahandanya turut menasehatkan, bahwa:
“Janganlah wahai ananda Semmagga engkau menyandera usungan dari Cina Rilau. Jangan sampai hal itu menurunkan martabat pamndamu La Makkasau. Jikalau susungan putrinya tersandera. Biarkalah sepupumu itu kembali ke kampung halamannya.”

I La Galigo tidak sudi mendengarkan nasehat ayahnya, lalu berkata:

“Perkenankanlah wahai ayahanda adindaku I Da’batangeng tetap tinggal di istana Latanete, sementara itu ayahanda mengirimkan utusan untuk meminangnya pada baginda La Makkasau di Cina Rilau.”
Berbalaslah Sawerigading:

“Mengapakah gerangan wahai ananda Galigo engkau berkeinginan menyandera usungan dari Cina Rilau, padahal kita tidak menguasai wilayah kekuasaan pamandamu. Kita tidak dapat memaksakan kehendak sendiri terhadapnya.”
Namun I La Galigo sudah lupa diri, tidak sudi lagi mendengarkan nasehat.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Efek Narkoba Pada Seniman

Efek Narkoba Pada Seniman

Efek Narkoba Pada Seniman

Bagi awam, ini sebagai ‘pelarian’ dari pahitnya hidup.

Bagi politisi kolonial, candu dipakai jadi alat pembodohan masyarakat sehingga tak sadar mereka dijajah. Bagi seniman, justru fungsinya berbanding lurus dengan dukun indian kuno, yakni menjelajah alam maya untuk menggali inspirasi.

Kalian mungkin bisa menemukan lagu-lagu yang enak didengar, walau sebenarnya mengarah pada gambaran dunia narkoba. Contohnya “Brown Sugar” milik Rolling Stones, “Marry Jane” milik Spin Doctors dan banyak lagi. Atau di ranah lokal lagunya Slank “Popies Lane Memory” bisa mewakili.
Keterlibatan seniman dengan narkoba sudah menarik perhatian ilmuwan sejak lama. Dan saya, tak akan bicara soal selebritas yang makin gencar diberitakan terlibat dengan narkoba. Mereka mungkin pekerja di bidang seni…hiburan, walau tak otomatis jadi seniman.
Saya hanya ingin mengungkap hasil penelitian sebuah departemen di Amerika tentang bagaimana media halusinasi ini berpengaruh dalam tubuh seniman.

Pada studi kasus, seorang seniman perupa diberikan LSD 25

pada dosis tertentu (50 auq) lalu dibiarkan menggambar sesuai khayalannya.
Kita akan melihat bagaimana LSD memberi efek dari waktu ke waktu…

 

Sang seniman menggambar menggunakan charcoal. Hasil laporan: masih normal, belum ada efek berarti. Maka ia diberi dosis ke-2 : 50 auq.

 

Efek euphoria mulai terasa.

Dilaporkan, sang seniman bisa melihat lebih jelas, namun susah mengontrol pergerakan pensil. “Sepertinya pensil ini ingin bergerak terus,” ucap sang seniman.

 

“Saya minta kertas lagi. Goresan pada gambar ini baik-baik saja, tapi kok hasilnya jelek. Coretan pensil saya jadi aneh, ini bukan gambar yang bagus, ya?” keluh sang seniman.


Efek samping LSD semakin bereaksi

Kali ini seniman tersebut malah menggambar dengan aneh. “Saya akan menggambar dengan satu gaya… menggores tanpa garis terputus.”

Sang seniman terlihat gelisah, reaksinya lamban. Kemampuan komunikasi verbalnya menurun, sering bergumam sendiri dan tak jelas bersenandung sebuah lagu atau tidak. Anehnya, karya yang diciptakan seperti terlihat di atas ini, psikedelik… tapi patut diakui, menakjubkan…setidaknya kalau kamu penggemar abstrak dan surealis.

Baca Juga :

Pentingnya Pendidikan Karakter Yang Harus Dipahami semenjak Dini

Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah pun menuntut guna memaksimalkan kemampuan dan keterampilan kognitif. Dengan pemahaman laksana itu, sebetulnya ada hal beda dari anak yang tak kalah urgen yang tanpa anda sadari sudah terabaikan.Yaitu menyerahkan pendidikan karakterb pada anak didik. Pendidikan karakter penting dengan kata lain sebagai penyeimbang kemampuan kognitif. Beberapa fakta yang tidak jarang kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya malah tidak dermawan, seorang politikus justeru tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru malah tidak prihatin menyaksikan anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan peluang belajar di sekolah. Itu ialah bukti tidak adanya ekuilibrium antara edukasi kognitif dan edukasi karakter.

Ada suatu kata arif mengatakan “ ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu ialah lumpuh”. Sama juga dengan kata lain bahwa edukasi kognitif tanpa edukasi karakter ialah buta. Hasilnya, sebab buta tidak dapat berjalan, berlangsung pun dengan asal nabrak. Kalaupun berlangsung dengan memakai tongkat tetap bakal berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka bakal lumpuh sehingga gampang disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Bagi itu, penting dengan kata lain untuk tidak melalaikan pendidikan karakter anak didik.

Pendidikan karakter ialah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakterpada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar edukasi karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus edukasi karakter dari Jerman yang mempunyai nama FW Foerster:

Pendidikan karakter menekankan masing-masing tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik memuliakan norma-norma yang terdapat dan berpedoman pada norma tersebut.
Adanya koherensi atau membina rasa percaya diri dan keberanian, dengan demikian anak didik bakal menjadi individu yang teguh pendirian dan tidak gampang terombang-ambing dan tidak fobia resiko masing-masing kali menghadapi kondisi baru.
Adanya otonomi, yakni anak didik menghayati dan melaksanakan aturan dari luar hingga menjadi nilai-nilai untuk pribadinya. Dengan begitu, anak didik dapat mengambil keputusan berdikari tanpa diprovokasi oleh tekanan dari pihak luar.
Keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan ialah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang di anggap baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Pendidikan karakter penting untuk pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter bakal menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berbobot | berbobot | berkualitas bangsa, yang tidak melalaikan nilai-nilai sosial laksana toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling menolong dan mengormati dan sebagainya.Pendidikan karakter akan mencetuskan pribadi unggul yang tidak melulu memiliki keterampilan kognitif saja tetapi mempunyai karakter yang dapat mewujudkan kesuksesan. Berdasarkan riset di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, namun lebih oleh keterampilan mengelola diri dan orang beda (soft skill).

Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan melulu ditentukan selama 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kemampuan soft skill ini terbentuk melewati pelaksanaan edukasi karater pada anak didik. Berpijak pada empat ciri dasar edukasi karakter di atas, kita dapat menerapkannya dalam polapendidikan yang diserahkan pada anak didik. Misalanya, menyerahkan pemahaman hingga mendiskusikan mengenai hal yang baik dan buruk, memberikan peluang dan kesempatan untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta menyerahkan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, memuliakan keputusan dan mendukung anak dalam memungut keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anakdidik akan makna keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut keterangan dari saya, sebetulnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun keterampilan memilih anda dan pertanggungjawaban anda terhadap opsi kita tersebut, yaitu dengan teknik berkomitmen pada opsi tersebut.

Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan cara pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Di samping itu, di lingkungan family dan masyarakat sekitar pun usahakan diterapkan pola edukasi karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dicetuskan dari sistem edukasi karakter.