Stop Panti Asuhan, Santunilah Anak Dalam Keluarga

Stop Panti Asuhan, Santunilah Anak Dalam Keluarga

Secara alamiah, anak diasuh dan dibesarkan didalam suatu keluarga yang memiliki orang tua lengkap sebagai pengasuh utama yang sedia kan beraneka layanan dan perlindungan bagi pertumbuhan anak. Kematian orang tua merupakan keliru satu keadaan utama yang sangat mungkin anak terhadap pada akhirnya ditempatkan di luar keluarga aslinya keliru satunya di panti asuhan.

Namun demikian, wujud pelembagaan berasal dari pengasuhan anak ini tidak terlepas berasal dari resiko terhadap pertumbuhan anak. Salah satunya yang banyak diangkatkan adalah berasal dari faktor kelekatan (attachment) anak bersama pengasuhnya yang menjadi basic bagi pertumbuhan psikologis anak selanjutnya.

Selain itu, pengalaman perpisahan anak bersama pengasuhnya serta tingkat kematangan anak didalam sadar perpisahan bersama pengasuh utamanya menjadi keliru satu faktor yang memengaruhi anak untuk dapat beradaptasi bersama penempatannya di panti pengasuhan ini.

Pemisahan anak berasal dari lingkungan asuhnya dapat menyebabkan tekanan akibat perubahan keadaan hidup yang bersumber dari:

Pengalaman kehilangan figur dekat
Situasi baru dan atau tak dikenali
Tak dapat memperkirakan apa yang bakal dihadapi selanjutnya
Perubahan kebiasaan
Terpisah berasal dari “secure base”

Reaksi anak bervariasi darimulai depresi berat terhadap anak yang memiliki keterikatan yang baik (secure attachment) bersama pengasuh awal, sampai tak tersedia reaksi, biasa saja berasal dari anak yang secara emosi sesungguhnya telah terabaikan atau memiliki keterikatan yang lemah.

Hal ini perlihatkan secara jelas, bahwa pengasuhan di panti, dapat mendatangkan pengaruh negatif yang malah merugikan pertumbuhan anak. Hal ini tentang bersama kekurangmampuan lembaga panti untuk menjadi lingkungan yang dapat mencukupi kebutuhan dan perlindungan bagi anak untuk dapat terkembang optimal. Di sisi lain, perlindungan lingkungan ini menjadi mutlak bagi anak untuk dapat mencukupi tugas perkembangannya.

Terdapat kebutuhan berasal dari anak untuk menjadi bagian berasal dari suatu lingkaran sosial sampai lebih-lebih anak yang kerap dipukul atau diperlakukan keliru oleh orang tuanya sekalipun, seringkali bakal keberatan jika perlu dipisahkan berasal dari mereka.

Salah satu alasan pentingnya kebutuhan bakal interaksi keluarga ini adalah gara-gara ketergantungan kita (yang terjadi lama) kepada keluarga sebelum saat kita dapat bertahan hidup secara mandiri. Walaupun kita telah dibekali banyak kapabilitas kala lahir, bayi manusia paling rentan dibandingkan bersama bayi-bayi spesies lain.

Perkembangan kehidupan masyarakat yang secara teknologi konsisten meningkat kompleksitasnya terhitung sebabkan ketergantungan ini menjadi makin panjang.

Pertumbuhan pertumbuhan mental anak memerlukan banyak perlindungan social seperti perlindungan emosional didalam menghadapi perihal atau pengalaman tak menyenangkan. Dukungan untuk pengalaman yang mengasyikkan seperti dapat nilai bagus, menang pertandingan, dapat rekan baru serta rekreasi bersama. Perlu pula perlindungan Info untuk mendukung anak (lebih) sadar dunianya, situasi-situasi dan pengalaman hidupnya serta kala seorang anak ada masalah didalam menyelesaikan tugas/masalah.

Panti asuhan sebagai suatu lembaga yang menampung bervariasi karakteristik anak bersama rentang usia, jenis kelamin dan latar belakang yang tidak serupa seringkali mengalami keterbatasan didalam layanan dan fasilitas. Hal ini dapat memengaruhi kapabilitas panti asuhan didalam menjamin pertumbuhan psikososial anak secara optimal, terhitung penyediaan pengasuh yang dapat mencukupi kebutuhan psikososial anak didalam hal kesehatan, sosioemosi,dan pendidikan.

Beberapa masalah lain yang dapat terlihat akibat berasal dari ditempatkannya anak didalam lembaga pengasuhan adalah malnutrisi dan keadaan kesehatan yang buruk, terasa tidak aman, ketergantungan, terasa terpinggirkan, menghadapi resiko-resiko berasal dari kekerasan dan pelecehan seksual berasal dari pengasuh, kekurangan layanan pendidikan dan daerah tinggal, terhitung terhitung anjuran dan asuhan yang harusnya berasal dari pengasuh, kurangnya rasa yakin terhadap orang lain tentang bersama perasaan tidak dicintai dan perkawinan dini.

Berbagai resiko didalam pelembagaan pengasuhan anak ini terhadap pada akhirnya dapat berujung terhadap tidak optimalnya pertumbuhan psikososial anak.

Berbagai penelitian telah perlihatkan pengaruh yang tidak cukup baik saat anak dirawat dipanti asuhan. Akibat yang tidak cukup baik berasal dari perawatan di panti asuhan yang bersifat jangka panjang terhadap pertumbuhan kognitif, emosi dan sosial berasal dari seorang anak (Goldfarb, 1945; Bowlby, 1951; Provence & Lipton, 1962; Spitz 1965).

Beberapa temuan berasal dari penelitian terkini perlihatkan bahwa panti asuhan sebagai pilihan pengasuhan, tidak dapat mencukupi kepuasan jangka panjang dibanding bersama bentuk-bentuk pengasuhan lain seperti adopsi atau orang tua asuh yang sangat mungkin interaksi afektif jangka panjang yang makin diperlukan bagi pertumbuhan sosial secara normal (David Quinton).

Lebih lanjut, penempatan anak terhadap institusi terlebih dimasa anak awal, menambah peluang anak untuk berkembang menuju kerusakan psikiatris dan sebagai orang dewasa yang secara ekonomi tidak produktif (Frank, Klass, Earls, and Eisenberg).

Berdasarkan kontinum pengasuhan ini, maka wujud pengasuhan yang paling pas dan alamiah, serta mencukupi kebutuhan anak adalah pengasuhan yang berbasis keluarga. Bahkan didalam masalah pemukulan anak oleh bagian keluarga kandung, maka pengasuhan oleh bagian keluarga terdekat mennjadi hal yang lebih disarankan dibandingkan langsung memasukan anak ke didalam suatu lembaga pengasuhan.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Berikut ini lebih dari satu alternatif yang dapat dipilih kala seorang anak terhalang hidup bersama orang tua:

Pengasuhan oleh bagian keluarganya/kerabat (extended family member)
Pengasuhan oleh anak yang lebih tua (kakak), (Child Headed Household)
Keluarga Asuh Spontan / orang tua angkat (spontaneous fostering)
Bentuk pengasuhan kala anak secara spontan diasuh oleh keluarga berasal dari lingkungan/komunitas yang mirip berasal dari mana anak itu berasal.
Penempatan anak didalam Keluarga Asuh (Foster Placement)

baca juga :

Tanam Benang, Trend Baru Teknik Merombak Wajah

Tanam Benang, Trend Baru Teknik Merombak Wajah

Demi memperoleh kulit kembali kencang hilang keriput, banyak wanita meniti perawatan kecantikan ekstrem, tidak benar satunya adalah Tanam Benang pada kulit atau lebih dikenal dengan istilah thread lift.

Jenis perawatan ini sebetulnya telah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun baru menjadi tren dikarenakan marak dilaksanakan di Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Tanam benang maksudnya adalah menanam benang ke bawah jaringan kulit sehingga kulit menjadi kencang, bagi yang awal tembem pipinya menghendaki berubah tirus, mampu perlu sepuluh benang.

Benang yang digunakan merupakan benang impor spesifik sehingga safe dan tidak berbahaya, setelah beberapa waktu, benang pun bakal terserap kulit dengan sendirinya. Tanam benang bakal bertahan selama dua hingga 2,5 tahun. Setelah itu nanti perlu di-retouch.

 

silhoulette lift

Metode perawatan kecantikan ini sebetulnya tidak begitu rumit, benang dimasukkan ke bawah jaringan kulit dengan mengfungsikan alat spesifik semacam jarum suntik. Jumlah benang yang digunakan umumnya banyak dikarenakan umumnya pasien menghendaki kulit wajah menjadi kencang secara keseluruhan.

Sementara cara kerjanya tanam benang adalah dengan mengfungsikan luka yang berjalan akibat dimasukkan benang tadi maka, secara otomatis, kolagen yang nampak untuk membuat sembuh luka bakal bermanfaat dengan memicu kulit menjadi lebih kencang dan menghalau gelambir yang sering nampak sejalan bertumbuhnya usia.

Salah satu prosedur operasi teknik tanam benang di wajah dilaksanakan dengan anaesthetia lokal di dalam saat tidak cukup dari 45 menit dan tanpa rawat inap. Waktu pemulihan yang diinginkan adalah di dalam saat 2 hari, selanjutnya pasien mampu kembali ke kegiatan normal.

 

Benang kepentingan facelift adalah benang khusus, yaitu  benang Silhouette yang masukkan lewat sayatan kecil di daerah temporal belakang hairlines. Benang jahitan Silhouette terbuat dari polypropylene, bahan ini punyai pembawaan biokompatibel dengan tubuh manusia dan telah digunakan selama bertahun-tahun layaknya di dalam operasi jantung dan mata.

Benang silhouette tidak berupa tajam dengan demikian kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kerusakan jaringan wajah dan saraf.  Benang Silhouette terbuat dari bahan yang mudah dipasang di dalam bentuk kerucut atau jangkar yang terpasang di dalam jaringan di dalam untuk mengangkat jaringan kendur menjadi rapi.

Konfigurasi kimia jahitan siluet amat mungkin penumpukan serat kolagen baru di lebih kurang susunan sehingga memberikan dukungan jaringan pada tarikan gravitasi.

Untuk harganya satu benang dikenakan cost sebesar Rp100 ribu tinggal mengkalkulasi berapa benang yang dibutuhkan sehingga wajah klien menjadi lebih cakep cocok yang dikehendaki.

Baca Juga :

SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan
SDN 2 Bondrang di Ponorogo Tinggal Kenangan

Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo saat ini sedang melakukan proses penutupan sekolah untuk SDN 2 Bondrang

. Sekolah yang berada di Dusun Ngluweng, Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo ditutuo karena jumlah siswa yang terlampau minim dari tahun ke tahun. Tutup dinilai lebih baik daripada sekolah terus didera kesulitan pembiayaan.

“Mulai tahun ajaran 2019/2020, kami memerintahkan pihak sekolah untuk tidak membuka penerimaan siswa baru

(PSB),” kata Kabid Pembinaan SD Dindik Imam Muslihin, Senin (11/11/2019).
Baca Juga:

Pemkab Jember Lebih Banyak Rehab SMP Swasta
Kota Surabaya Dianggap Perlu Bangun Sekolah Baru
Penembakan di Sekolah, Delapan Orang Tewas
Arzeti Fokus Pendidikan Anak-anak

Prosesnya, kata Imam saat ini sudah memasuki tahap akhir. Pihaknya masih lakukan pendataan aset.

Begitu selesai pendataan, akan segera ajukan kepada bupati. Guna untuk menerbitkan surat keputusan (SK) penutupan sekolah. Sedangkan 30 siswa yang terdiri dari kelas 2 samapi 6 dipindahkan ke SDN 1 Bondrang sejak Juli 2019 lalu.
“Untuk guru-gurunya dimutasi ke berbagai sekolah lain d sekitar Sawoo maupun tempat lain,” katanya.

SD yang beroperasi sejak 1974, kata Imam terus mengalami penurunan. Dan yang paling parah pada tahun ajaran 2018/2019, jumlah siswa baru di SDN 2 Bondrang hanya 6 siswa. Berangkat dari hasil rapat musyawarah antara guru, komite, mereka sepakat untuk menutup sekolah karena siswanya yang tinggal sedikit,” katanya.

Dengan jumlah siswa yang sedikit, tentu akan perimbas kapada pembiayaan sekolah yang cukup berat berimbas pada pembiayaan sekolah yang menjadi berat. jelasnya. Karena pembiayaannya saat ini hanya tergantung pada dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Total ada 7 guru, yang berstatus PNS 2 orang, dan 5 lainnya merupakan guru tidak tetap (GTT),” pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas
Hari Pahlawan, PT KAI Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Berlalu Lintas

Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan sekaligus sebagai ajang kampanye disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang, PT KAI Daop 8 Surabaya bersama Komunitas Pecinta Kereta Api, menggelar sosialisasi peduli keselamatan berlalu lintas di perlintasan sekitar Jalan A. Yani, Surabaya tepatnya seputar Mall Royal.

Guna menarik perhatian masyarakat yang melintas, panitia menampilkan kegiatan musik angklung dengan menyanyikan lagu perjuangan serta kostum ala pejuang. Selain itu, terlihat juga peserta dengan tampilan balutan perban dan robot merah putih.

Selain kostum menarik dan pagelaran musik jalanan, para peserta yang berjumlah 40 orang ini, dalam aksi simpatiknya diisi dengan pembagian stiker selamat di perlintasan, bunga, pin dan bendera merah putih.
Baca Juga:

Baru 36 Persen Tiket Kereta Api Lebaran yang Terjual
KAI Siap Tampung Pemudik
Pasuruan Banjir, KAI Daop 8 Kembalikan Uang Tiket Penumpang
Rayakan Valentine, KAI Daop 8 Bagikan Ratusan Bunga untuk Penumpang
Semarak Peringatan Hari Santri Nasional di Stasiun Gubeng

“Dalam kampanye peduli keselamatan ini, para peserta yang terdiri pegawai PT KAI Daop 8 Surabaya

bersama anggota komunitas pecinta kereta sebanyak 40 orang, menyelengarakan berbagai aksi simpatik kepada para pengguna jalan raya yang melintas di Jalan A.Yani – Surabaya. Kegiatan hiburan musik, orasi hingga pembagian secara gratis aneka souvenir menarik dengan jumlah 800 pcs dilakukan dalam kampaye yang bertanjuk Ayo Menjadi Pahlawan Berlalu Lintas,” jelas Suprapto, Manager PT KAI Daop 8 Surabaya, Minggu (10/11/2019).

Pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi,

agar masyarakat yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar berhati – hati ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya. Berbagai cara pendekatan komunikasi guna menyadarkan masyarakat akan penting keselamatan di perlintasan telah dilakukan seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, balai desa, di stasiun-stasiun, seminar di hotel-hotel, dan hingga aksi simpatik di jalanan.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda STOP,

tengok kiri – kanan, apabila telah yakin AMAN, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda STOP tersebut,” Jelas Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan : Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat
Terkait Situs Kumitir di Mojokerto, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

akan memberi kompensasi ke para perajin bata merah di sekitar lokasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP), Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas berharap ada kerjasama sama dengan komunitas yang bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. “Sehingga semua aspirasi yang diinginkan warga bisa didengar,” ungkapnya, Jumat (8/11/2019.

Terkait kompensasi, pihaknya belum menerima usulan anggaran untuk kompensasi dari Balai

Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Sehingga sampai saat ini, kompensasi belum masuk dalam anggaran 2020. Sebagai solusinya, pihaknya akan mengambil dana dari pos anggaran penanganan kasus.

“Mungkin kami bisa memasukkan ke ranah penanganan kasus untuk memberi kompensasi ke para perajin bata merah

. Tahun ini pemerintah hanya mengalokasikan dana Rp2 miliar, itupun untuk penanganan kasus seluruh Indonesia. Karena saat ini anggaran Kemendikbud untuk tahun depan sedang dibahas dengan DPR RI dan akan segera disahkan,” jelasnya.

Pihaknya menjanjikan kompensasi bagi para perajin bata merah di Situs Kumitir agae bisa dicairkan tahun depan. Hanya saja, pihaknya meminta para perajin baru bata merah di sekitar lokasi Situs Kumitir bisa bersabar untuk menanti hingga kompensasi bisa dicairkan.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/

97 Siswa Siap Diuji

97 Siswa Siap Diuji

97 Siswa Siap Diuji
97 Siswa Siap Diuji

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantarkemang 6, Kecamatan Bogor Timur

, Kota Bogor, telah sukses menyelenggarakan Try Out yang kedua. Kegiatan ini pun diikuti 97 murid kelas enam,A dengan lancar dan aman. Menurut Kepala SDN Bantar Kemang 6 agus Setianingsih, uji coba kedua ini sebagai upaya dalam mengukur kemampuan anak didiknya, terutama murid kelas 6 yang akan menghadapi ujian nasional Mei 2018 mendatang.

Dengan harapan, kata Agus, para siswa ini tak lagi merasa canggung, karena uji coba ini tidak akan berbeda jauh dengan soal-soal ujian nasional.

“Baik uji coba yang pertama dan kedua, semuanya berjalan lancar tanpa ada sisiwa

yang ijin sakit ataupun cuti,” ujar Agus saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, para siswa akan melaksanakan uji coba yang kedua ini, kedepannya mereka harus menjaga kesehatan dengan tidak jajan sembarangan, dan tetap belajar dirumah agar prestasi yang dicapai selama ini tidak mengalami penurunan.

“Kami menghimbau kepada orangtua murid untuk selalu mengawasi anak – anaknya usai

pulang sekolah, agar mereka terkontrol baik kesehatan dan pendidikannya,”pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah
Siswi SDN Bubulak Harumkan Nama Sekolah

Siswa kelas lima SDN Bubulak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Eneng Putri Anasari, berhasil menyabet

medali emas dalam Festival Lomba Seni Nasional (FLSN) tingkat kecamatan pada Lomba Lukis.

Menurut Kepala SDN Bubulak, Hj Fatmawati, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolahnya. Terlebih, siswanya berhasil menumbangkan ratusan pelajar lainnya dalam perlombaan tersebut. “Saya bangga dengan prestasi yang diraih Eneng Putri Anasari,” ujarnya.

Fatmawati menjelaskan, kerja sama antara guru dan murid tanpa kenal lelah itu membuahkan hasil yang sangat baik.

Para pendidik terus memberikan dorongan dan semangat kepada anak didiknya, sampai meraih prestasi yang diinginkan sesuai bakat dan kemampuannya.

“Semoga prestasi yang telah diraih ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,

baik di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga dapat berperan dalam mengharumkan nama sekolah dan Kota Bogor,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.bloglovin.com/@michael8984/you-can-get-best-educational-management-information-3699843

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan
SMPIT Ar Rahman Bongkar Perpustakaan

sekolah Menengah Islam Terpadu ( SMPIT ) Ar Rahman, Kecamatan Cijeruk, memperluas ruang

perpustakaan pasalnya minat baca peserta didiknya semakin meningkat pesat. Ketua yayasan Ar Rahman H. Dedy mengatakan, pembangunan perpustakaan ini dalam tahap pengerjaan oleh pihak ketiga, dan perpustakaannya itu sendiri memakai konsep taman perpustakaan yang menyatu dengan alam.

“Kami padukan ruang perpustakaan dengan lingkungan alam sekitar yang dapat memberikan

kenyamanan bagi murid – muridnya,” ujar Dedy.

Selain membaca buku, sambung dia, para muridnya bisa sambil belajar mengenai lingkungan hidup yang hijau, karena disekeliling ruang perpustakaan terdapat tanaman atau pohon yang dapat dipelajari.

“Saya berharap dengan adanya perpustakaan yang bernuansa alam dapat lebih meningkatkan

minat baca anak didiknya karena dengan membaca kita dapat mengenal dunia dengan luas,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s390/sh/2eefe180-e729-4c7f-8400-37ff03174f1c/2118b646baac4758eb8056f5dab30243

 

Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas

Presensi murid dan guru di kelas
Presensi murid dan guru di kelas

Presensi atau kehadiran dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat menentukan nilai para murid. Sayangnya, jumlah presensi tak serta-merta membuat nilai para murid bagus, terutama kalau KBM di kelas kurang maksimal. Sistem tersebut tidak akan Anda temukan pada e-learning. Mengapa? Pasalnya para murid bisa mendapatkan materi pembelajaran dari aplikasi atau software edukasi yang telah dipilih sekolah tanpa harus bertatap muka dulu dengan guru. Untuk mengoperasikannya,e-learning memakai sistem bernama Learning Management System atau LMS.

Jenis media untuk menyampaikan informasi
Kemampuan lisan dianggap sebagai keterampilan yang wajib dikuasai para pengajar. Jika mereka tak sanggup menyampaikan ilmu pengetahuan dengan baik, para murid juga sukar memahami informasi yang mereka cerna. Akibatnya, saat menghadapi ujian atau tes tertentu, para murid harus bekerja lebih keras untuk mencerna materi yang semestinya mampu diutarakan secara optimal oleh guru.

Syukurnya, e-learning memudahkan guru yang tak lihai dalam public speaking atau membutuhkan media tambahan untuk mendemonstrasikan materi mata pelajaran. Sistem pembelajaran ini mengandalkan audio dan visual sebagai medianya, sehingga murid-murid mudah memahami materi. Dalam hal ini, guru juga harus mampu memakai sarana multimedia yang dimanfaatkan dalam e-learning.

Sumber informasi dalam metode pembelajaran
Buku adalah jendela dunia. Frasa ini sering kali didengar di lingkungan sekolah dan menjadikan buku sebagai sumber informasi yang tak hanya diandalkan para pengajar, tetapi juga muridnya. Akan tetapi, pemakaian buku paket mulai dianggap kurang efektif belakangan ini. Semakin banyak buku yang dibutuhkan murid, semakin berat beban yang dia pikul ke sekolah. Orangtua juga mengeluarkan bujet yang tak sedikit untuk membelinya. Apalagi sebagian besar buku hanya sekali pakai.

E-learning, mengikuti konsepnya, memindahkan materi-materi yang dibutuhkan ke dalam format digital. Salah satu media yang akan sering digunakan adalah ­e-book. Media tersebut tak hanya ringan, tetapi juga hemat secara finansial. Dengan kata lain, siapa pun dapat mengaksesnya tanpa harus membuang anggaran besar.

Dinamika jadwal kegiatan belajar mengajar
Perbedaan terakhir di antara pembelajaran konvensional dengan e-learning terletak pada jadwal yang diterapkan. Dulu, murid dan guru akan mendapatkan jadwal KBM yang ditentukan pihak sekolah. Tidak jarang jadwal tersebut membuat KBM menjenuhkan karena durasinya terlalu lama. Situasi kadang terasa sulit kalau guru tidak hadir, karena itu berarti penyampaian materi mundur dari jadwal yang telah disusun.

Bagaimana dengan sistem yang diterapkan e-learning? Seperti yang telah disinggung, sistem KMB modern ini akan menjadi ‘jembatan’ di antara murid dengan guru walau mereka sedang tak berada di dalam ruangan yang sama. Dengan kata lain, para murid mempunyai kuasa juga untuk menentukan materi yang ingin mereka pelajari terlebih dahulu. Fleksibilitas jadwal tersebut dianggap bisa mengurangi tekanan emosi yang dialami kedua belah pihak.

SIDIA sebagai penyedia konten berkualitas e-learning

Dari penjelasan di atas, Anda dapat menilai sendiri efektivitas dari e-learning untuk sekolah. Selain mempunyai sarana multimedia yang memadai, lembaga pendidikan juga harus memakai software atau aplikasi berkualitas. Arfadia sebagai digital agency terbaik di Jakarta berpengalaman menghadirkan SIDIA sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar dengan teknologi modern.

SIDIA adalah aplikasi e-content yang didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan program e-learning—baik untuk sekolah yang sudah menyediakan sarana multimedia maupun baru terjun ke dalam sistem tersebut. Selain itu, SIDIA dianggap sebagai inovasi terkini yang bersahabat dengan murid SD dan SMP, karena spesifikasinya mudah dipelajari anak-anak sekolah. Materi yang disediakan pun tentunya telah disesuaikan kurikulum terbaru dan akan terus diperbaharui.

Sebagai pendamping dalam media pembelajaran e-learning, apa saja peran dan manfaat SIDIA yang akan didapatkan sekolah?

Sebagai aplikasi e-content, SIDIA dapat dimanfaatkan para pengajar untuk mengunggah materi dari subjek pelajaran yang dikuasai. Kemudian, para siswa bisa mengunduhnya dari mana dan kapan saja. Fungsi tersebut tentu sesuai dengan cara kerja e-learning yang fleksibel, sebab bisa diakses dari mana dan kapan saja;
Menyusun materi ajar bukan hal mudah bagi para pengajar. Mereka kadang membutuhkan waktu cukup lama sebelum menyampaikan kepada anak didiknya. Akan tetapi, aplikasi e-content akan memudahkan pekerjaan tersebut, karena pembuatan materi dapat dilakukan memakai sarana multimedia yang disediakan sekolah;
Tak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, SIDIA juga dapat diandalkan untuk mengadakan kuis atau ujian walau guru yang bersangkutan berhalangan hadir. Pengajar bisa mengunggah soal-soal kuis atau ujian ke aplikasi e-content untuk kemudian diunduh para siswa untuk nantinya dikerjakan. Setelah selesai, mereka akan mengunggahnya kembali;
Selanjutnya, software sekolah ini ternyata dapat membantu para murid meningkatkan rasa percaya diri mereka. Hal ini disebabkan kemudahan akses terhadap sumber informasi seperti e-book dan jurnal yang disediakan SIDIA. Jadi, mereka tak harus tergantung dengan penjelasan guru di kelas;
SIDIA memungkinkan para pengajar maupun pihak sekolah mengunggah informasi lain seperti jadwal pelajaran, ekstrakurikuler, dan pengumuman lainnya. Guru juga bisa menyimpan data nilai dan daftar presensi untuk kebutuhan penilaian anak didiknya.
Demikian informasi seputar e-learning dan penggunaannya dengan sarana multimedia. Kehadiran SIDIA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan berbagai kegiatan sekolah berbasis teknologi.

Baca Juga :

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Manfaat dan Peran Aplikasi E-content
Manfaat dan Peran Aplikasi E-content

Dunia teknologi di Indonesia telah mengalami kemajuan pesat selama beberapa tahun terakhir. Jika dulu teknologi digunakan secara eksklusif oleh beberapa pihak saja, sekarang hampir semua sektor yang berkaitan dengan aspek kehidupan memanfaatkannya. Tak terkecuali dunia pendidikan yang dari tahun ke tahun semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi.

Perubahan tersebut dapat Anda lihat dari upgrade sarana multimedia seperti komputer, laptop, maupun printer. Selain itu, sarana multimedia mulai dimanfaatkan untuk menjalankan sistem pembelajaran paling mutakhir, yakni e-learning.

Sesuai namanya, e-learning mengandalkan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar di kelas maupun luar ruangan. Namun, masih ada pengajar dan institusi yang meragukan efektivitas e-learning atau belum siap menerima kehadiran metode KBM yang lebih canggih. Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini sejumlah poin yang memaparkan perbedaan di antara KBM konvensional dengan e-learning.

  • Interaksi di antara guru dengan murid

Dalam sistem pembelajaran konvensional, guru dianggap sebagai satu-satunya tumpuan para murid. Metode ini sebenarnya berangsur ditinggalkan dan hanya akan Anda dapatkan pada kurikulum lama. Akan tetapi, jejaknya masih terasa di beberapa kurikulum baru. Menjadikan guru sebagai sumber ilmu dan pengetahuan memang tak sepenuhnya salah. Hanya saja, tanpa melibatkan murid dalam kegiatan di kelas akan membuat KBM membosankan.

Lain ceritanya dengan e-learning. Keberadaan guru masih dibutuhkan, tetapi tidak lagi mendikte para anak didiknya. Justru para murid akan diminta memperoleh materi, memahaminya, dan mengerjakan tes atau ujian secara daring. Guru berperan sebagai pengawas supaya pemakaian teknologi pada e-learning berjalan lancar